Friday, 5 April 2019

Pertemuan Dengan Para Nabi


Image result for berjumpa dengan nabi saat israDalam perjalanan Isro’ Mi’roj, RosuuluLLooh SAW oleh ALLooh dipertemukan dengan semua Nabi dan Rosul. Di Masjidil Aqsho beliau SAW sholat berjamaah bersama mereka. Kemudian pada setiap langit, beliau juga bertemu lagi dengan beberapa Nabi dan Rosul.

Dari pertemuan tersebut dapat dipetik pelajaran, bahwa pertemuan dengan orang-orang saleh sangat bermanfaat untuk kehidupan dunia dan akhirat. Sebelum bertemu dengan ALLooh, baginda Muchammad SAW dipertemukan dengan mereka semua. Padahal bukankah tidak ada yang lebih penting dan lebih hebat selain pertemuan dengan ALLooh? Di sini juga terdapat pelajaran, agar kita sering mengunjungi orang saleh dan mencari keberkahan mereka. Sebagaimana kita ketahui, kaum sholichin memiliki banyak keberkahan dari ALLooh.

Sayyidina Anas bin Malik RA dalam berbagai riwayat telah menceritakan bagaimana pertemuan Nabi SAW dengan para Nabi di setiap jenjang langit tersebut. Dari berbagai riwayat tersebut dapat kita rangkum pertemuan beliau di setiap langit adalah sebagai berikut:

Langit Pertama
Setelah meninggalkan Masjidil Aqsho, RosuuluLLooh bersama Malaikat Jibril menuju langit pertama atau langit dunia. Sesampainya di langit pertama, beliau SAW berhenti. Malaikat Jibril kemudian mengetuk pintu langit pertama. Pada saat itulah penjaga langit pertama bertanya, “Siapakah engkau? Dijawab: Jibril. Ditanya lagi: Siapa yang bersamamu? Jibril menjawab: Muchammad. Ditanya: Apakah ia telah mendapatkan panggilan? Jawab Jibril: Ya. Lalu pintu langit pertama pun dibuka.

Uraian di atas membuktikan bahwa langit memiliki pintu yang dijaga oleh Malaikat khusus, yang bahkan Malaikat Jibril sekalipun harus mengetuk pintu meminta ijin untuk memasukinya. Artinya, setiap yang naik ke langit atau turun ke dunia, harus melewati pintu tersebut. Dan hal ini berlaku di setiap langit, bukan hanya pada langit pertama. Ini menunjukkan bahwa setiap langit dengan penjagaan yang sangat luar biasa. Pada saat itu Malaikat penjaga langit juga mengetahui bahwa Malaikat Jibril tidak datang sendirian, padahal pintu langit tertutup, lantas bagaimana malaikat penjaga langit mengetahui bahwa Malaikat Jibril membawa seseorang bersamanya? Para ulama menjelaskan bahwa Malaikat penjaga langit mengetahui kehadiran seseorang bersama Malaikat Jibril adalah karena pintu langit bersifat bening, tembus pandang atau karena mereka yang berada di langit pertama mendapatkan tambahan cahaya atas kehadiran RosuuluLLooh SAW.

Setelah mengetahui kehadiran keduanya, Malaikat penjaga langit kembali menanyakan apakah baginda Muchammad SAW telah mendapatkan panggilan, maksudnya adalah panggilan untuk mi’roj bertemu ALLooh SWT. Setelah mendapatkan jawaban dari malaikat Jibril, maka ia pun membukakan pintu langit pertama dan menyambut RosuuluLLooh SAW dengan penuh suka cita sembari berkata:
“Selamat datang baginya dan sesungguhnya tamu terbaik telah datang.”

Di langit pertama inilah RosuuluLLooh SAW bertemu dengan Nabi Adam AS. RosuuluLLooh mengucapkan salam kepada beliau. Nabi Adam pun menyambut beliau SAW dengan hangat dan mendoakannya dengan kebaikan. Nabi Adam berkata:
“Selamat datang duhai anak yang sholeh dan Nabi yang sholeh.”

RosuuluLLooh SAW menyaksikan di samping kanan Nabi Adam AS tampak ruh-ruh ahli surga dan di samping kirinya ruh-ruh ahli neraka. Jika melihat ke kanan, Nabi Adam tersenyum bahagia, sedangkan jika melihat ke arah kiri, beliau menangis sedih.

Pertemuan RosuuluLLooh SAW dengan Nabi Adam AS di langit dunia, langit pertama ini sarat dengan hikmah, di antaranya adalah bahwa setelah mi’roj beliau SAW akan hijrah ke Madinah karena siksaan kaum kafir, sebagaimana Nabi Adam keluar dari Surga karena permusuhan dan usaha iblis. Di samping itu juga pertanda bahwa setelah mi’roj, RosuuluLLooh SAW akan mengalami apa yang dialami Nabi Adam di muka bumi. Nabi Adam AS bertugas mempersiapkan pertumbuhan anak cucunya dan memakmurkan dunia dengan anak cucunya, begitu pula RosuuluLLooh SAW di awal hijrah, beliau mempersiapkan kemajuan Islam.

Langit Kedua
Kemudian RosuuluLLooh SAW melanjutkan mi’rojnya ke langit kedua. Di langit ini, setelah pintu langit terbuka, RosuuluLLooh SAW bertemu dengan Nabi Isa dan Yahya. Keduanya mengucapkan selamat datang kepada beliau SAW sembari berkata:
“Selamat datang duhai anak yang sholeh dan Nabi yang sholeh.”

Pertemuan RosuuluLLooh SAW dengan Nabi Isa dan Yahya di langit kedua ini menggambarkan apa yang akan beliau alami pada tahun kedua setelah hijrah, yaitu beliau SAW akan memperoleh gangguan dari kaum Yahudi sebagaimana mereka membunuh Nabi Yahya dan meyakini telah membunuh Nabi Isa. Sebagaimana Nabi Isa memperoleh bantuan kaum Hawari  untuk menghadapi kaum Yahudi yang memerangi beliau, maka RosuuluLLooh SAW pun pada tahun kedua setelah Hijrah, beliau SAW mendapatkan kaum Anshor, baik Aus maupun Khozroj untuk ikut serta dalam perang Badar, dan mereka pun menang.

Langit Ketiga
RosuuluLLooh SAW kemudian melanjutkan mi’rojnya ke langit ketiga. Di langit ketiga inilah beliau bertemu dengan Nabi Yusuf. Nabi yang memiliki keelokan paras yang luar biasa. Hikmah pertemuan beliau SAW dengan Nabi Yusuf di langit ketiga ini adalah sebuah gambaran bahwa pada tahun ketiga Hijrah, beliau SAW akan mengalami apa yang dialami Nabi Yusuf. Pada tahun ketiga Hijrah, terjadilah perang Uhud, dan dalam peperangan ini ummat Islam mengalami musibah yang sangat besar.

Langit Keempat
Di langit keempat RosuuluLLooh SAW bertemu dengan Nabi Idris AS. Nabi Idris AS merupakan manusia pertama yang memperkenalkan baca tulis. Hikmah pertemuan RosuuluLLooh SAW dengan Nabi Idris di langit keempat adalah bahwa pada tahun keempat Hijrah, RosuuluLLooh SAW menggunakan surat menyurat sebagai sarana dakwah kepada raja-raja dunia. Di tahun keempat Hijrah ini pula RosuuluLLooh SAW mengangkat sekretaris dan membuat stempel.

Langit Kelima
Di langit kelima RosuuluLLooh SAW berjumpa dengan Nabi Harun AS. Hikmah pertemuan ini adalah bahwa pada tahun kelima Hijrah, RosuuluLLooh SAW akan dikhianati oleh orang-orang Yahudi sebagaimana Nabi Harun dikhianati oleh Bani Isroil.

Langit Keenam
Di langit keenam inilah RosuuluLLooh SAW bertemu dengan Nabi Musa AS, Nabi kebanggaan bani Isroil, Nabi yang kepadanya ALLooh berbicara langsung dan menurunkan Taurat. Nabi Musa menyambut RosuuluLLooh SAW dengan hangat dan mendoakannya dengan berbagai kebaikan. Ketika RosuuluLLooh dan Malaikat Jibril hendak melanjutkan perjalanan, Nabi Musa menangis. Saat ditanyakan kepadanya, ”Mengapa engkau menangis?” Beliau berkata, “Aku menangis lantaran ada seorang pemuda yang datang setelahku dan ummatnya masuk surga lebih banyak daripada ummatku.”

Tangisan Nabi Musa ini tentunya bukan tangisan iri dengki, sebab di alam langit tidak ada iri dengki dalam hati mukmin biasa apalagi pada diri seorang Rosul yang terpilih. Nabi Musa menangis karena menyesali berbagai pahala yang tidak beliau peroleh, pahala yang akan mengangkat derajat beliau di sisi ALLooh serta menangisi berbagai pelanggaran yang dilakukan ummatnya, sehingga mereka tidak memperoleh pahala-pahala besar yang menyebabkan Nabi Musa pun tidak mendapatkan tambahan pahala. Sebab, setiap Nabi mendapatkan pahala seluruh ummatnya.

Tangisan Nabi Musa ini sekaligus sebagai bentuk kabar gembira yang beliau AS sampaikan kepada RosuuluLLooh SAW. Beliau menangis saat Nabi SAW berada di dekatnya, agar RosuuluLLooh SAW mengetahui besarnya kedudukan beliau SAW dan ummatnya.

Pertemuan RosuuluLLooh SAW di langit keenam dengan Nabi Musa AS mengandung hikmah bahwa di tahun keenam Hijrah, RosuuluLLooh SAW berangkat ke Mekah untuk menunaikan ibadah haji, akan tetapi beliau dan para sahabat dihalangi oleh kaum kafir, sebagaimana Nabi Musa dihalangi memasuki Palestina.

Langit Ketujuh
Di langit ketujuh RosuuluLLooh SAW bertemu Nabi Ibrohim yang sedang menyandarkan punggungnya di Baitul Makmur, yang mana setiap harinya dimasuki oleh 70.000 Malaikat dan mereka tidak kembali sesudahnya. Nabi Ibrohim berpesan kepada RosuuluLLooh SAW agar memerintahkan ummatnya untuk banyak mengucapkan Al-Baqiyatush Sholichat, yaitu kalimat tasbih, tahmid, tahlil dan takbir. RosuuluLLooh SAW bersabda:
“Saya bertemu dengan Nabi Ibrohim ketika malam saya diisro’kan dan Nabi Ibrohim berkata: “Wahai Muchammad, sampaikanlah salam kepada ummatmu, dan beritahukanlah kepada mereka, bahwasanya Surga itu subur tanahnya, airnya tawar dan tanahnya berlembah serta tanamannya adalah ucapan:
SubchaanaLLoohi walchamduliLLaahi wa laa ilaaha illaaLLoohu waLLoohu akbaru

Jika kita perhatikan, dalam pertemuan RosuuluLLooh SAW dengan ruh para Nabi, terjadi dialog di antara mereka. Ini merupakan salah satu dalil bahwa orang-orang yang sholeh yang masih hidup bisa berdialog dan berkomunikasi dengan orang-orang sholeh yang telah meninggal dunia, dengan izin ALLooh SWT.


No comments:

Post a Comment