Friday, 3 July 2020

Ibnu Ajurrum Ash-Shonhaji Kitabnya Tidak Basah Meski Terkena Air


Download Jurumiyah Terjemah Lengkap Free for Android - Jurumiyah ...Siapa yang tidak kenal kitab Al-Jurumiyah? Setiap penuntut ilmu syar’i pasti mengenal kitab ini. kitab kecil yang menjadi pegangan ilmu nahwu bagi para pemula. Banyak para penuntut ilmu memulai pelajaran bahasa Arabnya melalui kitab ini. Tidak hanya itu, banyak juga di antara mereka yang menghafalnya. Kitab Al Jurumiyah ini adalah buah karya Syekh Shonhaji yang banyak disebut Ibnu Ajurrum.

Nama lengkapnya adalah Syeikh Abu Abdullah Muhammad bin Muhammad bin Daawud Al Shonhaji. Beliau lebih masyhur disebut dengan Ibnu Ajurrum. Menurut pendapat lain dibaca dengan Ajarrum. Ash Shonhaji merupakan nisbah (penggolongan) kepada Kabilah (suku) Shonhajah di daerah Maghriby. Al-Ajurrum merupakan bahasa Barbar yang berarti orang yang meninggalkan kemewahan dan memilih laku sufi (Al-Faqir Ash-Shufy).

Nama Syeikh Muhammad bin Ahmad Al Ahdal, pengarang kitab Al Kawakib Ad-Duriyah mengatakan bahwa beliau tidak menemukan orang Barbar yang mengetahui arti kata Al Ajurrum, namun beliau menemukan satu kabilah dari suku Barbar yang bernama Al-Jurrum. Beliau lahir di kota Fas, Maghriby pada tahun 572H/1273M, pada tahun kelahiran beliau, seorang pakar dalam ilmu Nahwu, Ibnu Malik pengarang kitab Al Fiyah, wafat.

Ayah beliau, Muhammad bin Daawud adalah seorang ulama yang memenuhi kehidupan keluarganya dengan berniaga dan menjilid buku-buku. Mulanya Al-Jurrum belajar ilmu Nahwu di Fas, kemudian beliau berangkat ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Ketika perjalanan ke Kairo, beliau menyempatkan diri belajar ilmu Nahwu, kepada Syeikh Abu Hayyan salah seorang pakar dalam ilmu Nahwu dari Andalusia pengarang kitab Al Bahrul Muhith hingga mendapatkan ijazah dari Syeikh Abu Hayyan.

Beliau menyusun kitab Matan Al-Ajurrumiyah pada tahun 719H/1319M, sekitar empat tahun sebelum wafatnya. Syekh Al-Maktum yang sezaman dengannya setelah memuji Ibnu Al Ajurrum masih hidup. Ar-Rifa’I dan Al-Haj menyebutkan bahwa Ibnu Ajurrum menulis kitab Nahwunya di hadapan ka’bah. Ash-Shoyuthy dalam kitab Bughyatul Wu’ah menerangkan bahwa Al-Makudy dan Ar-Rifa’I dan para ulama lainnya mengakui kepakaran beliau dalam bidang nahwu selain itu beliau juga seorang yang sholeh dan banyak barokah. Selain kitab Al Jurrumiyah, beliau memiliki beberapa karangan lainnya tentang faroidh sastra dan lainnya.

KISAH MENGARANG JURRUMIYYAH
Ada satu kisah istimewa dalam penulisan kitab Nahwu Al Jurrumiyah. Syeikh Al-Hamidi meriwayatkan, setelah menulis kitab Al-Jurrumiyahnya, Ibnu Al-Jurrum membuang kitabnya ke laut sambil berkata, ”Kalau kitab ini kutulis ikhlas karena ALLooh, niscaya ia tidak akan basah.” Ternyata kitab tersebut kembali ke pantai tanpa basah sedikit pun. Dalam riwayat yang lain disebutkan, ketika Ibnu Ajurrum telah rampung menulis, ia berniat meletakkan kitabnya tersebut di dalam air sambil berkata dalam hati, “Yaa ALLooh, jika saja karyaku ini akan bermanfaat jadikanlah tinta yang aku pakai untuk menulis ini tidak akan luntur sedikit pun. Dalam riwayat lain disebutkan ketika merampungkan karya tulisannya ini beliau bermaksud menenggelamkan kitab beliau ini ke dalam air yang mengalir. Jika kitab tersebut terbawa arus maka berarti kitab tersebut kurang manfaat sedangkan bila ia tetap tidak terbawa arus maka ia akan tetap dikaji orang dan akan besar manfaatnya. Sambil meletakkan kitab tersebut ke dalam air beliau berujar: “Jurru Miyah, jurru Miyah” (Mengalirlah wahai air). Anehnya setelah dilakukan dalam air, kitab tersebut tetap bertahan tidak terbawa oleh arus. SubhanLLooh.

Kitab ini dikenal juga dengan nama Al-Muqoddimah Al-Jurrumiyyah atau Muqoddimah Ibnu Ajurrum. Dinamakan Muqoddimah karena bentuk karangannya adalah Muqoddimah atau dalam bahasa Indonesianya bentuk karangan prosa bukan berupa bait-bait nadzhom.

Selain terkenal sebagai ulama nahwu, beliau juga terkenal sebagai ahli fiqih, sastrawan dan ahli matematika. Di samping itu beliau menggeluti ilmu seni lukis, kaligrafi dan tajwid. Karya yang dipersembahkannya berupa kitab-kitab yang ia karang dalam bentuk arjuzah, (gubahan bentuk syiir memakai bahar rojaz), bait-bait nadzhom dalam ilmu qiro’at dan lain sebagainya. Dua diantara karyanya yang terkenal adalah kitab Faroid al-Ma’ani fi Syarhi Hirzi al-Aman dan kitab ini Al-Muqoddimah Al-Jurrumiyyah.

MADZHAB JURRUMIYYAH
Ibnu Ajurrum, dalam ilmu nahwu merupakan penganut madzhab Nahwu Kuffah, beliau menyebutkan kasrah dan penggantinya dengan istilah Khofadh, sedangkan ahli Bashroh menyebutnya dengan istilah jar, Ibnu Ajurrum berpendapat bahwa fiil amr itu dijazamkan. Ini adalah pendapat madzhab Kufah. Adapun madzhab Bashroh berpendapat bahwa fiil amr itu mabni’ ala as sukun. Ia juga menggolongkan kata kaifama termasuk jawazim, sebagaimana pendapat ahli Kufah. Adapun Ahli Bashorah berpendapat kaifama bukanlah amil Jawazim. Selain itu Ibnu Ajurrum juga menggunakan istilah Asmaul Khomsah, yang terdiri dzu, fuk, hamu, abu, akhu, sedangkan Ahli Bashroh menyebutnya dengan istilah Asmaus Sittah dengan menamakan Hanu.

SYARAH JURRUMIYYAH
Pengarang kitab Kasyfu al-Dzunun menyebutkan bahwa diperkirakan lebih dari sepuluh kitab yang menjadi nadzhom, syarah, dan komentar dari kitab ini. Di antaranya adalah Abdus Salam an-Nabrawy, Ibrohim ar-Riyahy, ‘ala ad-Din al-Alusy dan yang paling terkenal adalah kitab Matnu ad-Durroh al-Bahiyyah karangan Syarafuddin Yahya al-Imrithy. Adapun kitab-kitab yang menjadi syarah kitab ini di antaranya adalah al-mustaqil bi al-mafhumiyyah fi syarhi al fadzi al-ajurrumiyyah yang dikarang oleh Abi Abdillah Muhammad bin Muhammad al-Maliky yang dikenal sebagai ar-Ro’I al-andalusy  an-Nahwy al-Maghriby, ad-Durroh an-Nahwiyyah fi syarhi al-Ajurrumiyyah karangan Muhammad bin Muhammad Abi Ya’la al-Husainy an-Nahwy, al-Jawahir al-Mudhiyyah fi halli Al fadz al-Ajurrumiyyah karangan Ahmad bin Muhammad bin Abdus Salam, ad-Duror al-Mudhiyyah karangan Abu Hasan Muhammad bin ‘Ali al-Maliky asy-Syadziliy, al-Kawakib adh-Dhauiyyah fi halli Alfadz al-Ajurrumiyyah karangan Syeikh Syamsuddin Abil Azam Muhammad bin Muhammad al-Halawy al-Muqoddasy, al-Jawahir as-Sunniyyah fi Syarhi al-Muqoddimah al-Ajurrumiyyah karangan Syeikh Abu Abdillah yang terkenal dengan sebutan Ubaid bin Syeikh Abdul Fadly bin Muhammad bin Ubaidillah al-Fasy, Syarhu asy-Syeikh Kholid al-Azhary ‘ala Matni al-Jurrumiyyah, Syarhu asy-Syeikh Yazid Abdurrahman bin Ali al-Makudliy an-Nahwy, At-Tuhfah as-Sunniyyah karangan Syeikh Muhammad Muhyiddin Abdul Hamid, Syarah milik Syeikh Hasan al-Kafrowy asy-Syafi’I al-Azhary, Hasyiat al-Jurrumiyyah karangan Abdurrahman bin Muhammad bin Qosim an-Najdy, Idhoh al-Muqoddimah al-Ajurrumiyyah karangan Syeikh Sholeh bin Muhammad bin Hasan as-Samary, At-Ta’liqot al-Jaliyyah ‘ala Syarhi al-Muqoddimah al-Ajurrumiyyah karangan Muhammad Sholeh al-‘Utsaimin.

No comments:

Post a Comment